In-Depth Interviews: Students' Perspectives on The Application of AI in Studying English-Speaking
Keywords:
Kecerdasan Buatan (AI); Berbicara bahasa Inggris; Perspektif siswaAbstract
Studi ini menganalisis pendapat peserta didik tentang penerapan artificial intelegent (AI) dalam
mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. AI sebagai bagian dari perkembangan jaman,
seperti chatbot dan perangkat lunak pengenalan ucapan, telah mendapatkan daya tarik dalam
pendidikan bahasa, tetapi pengalaman dan pandangan siswa masih kurang dieksplorasi. Dengan
menggunakan wawancara kualitatif yang mendalam, studi ini mengumpulkan data dari siswa untuk
menilai efektivitas AI, tantangannya, dan pengalaman mereka secara keseluruhan menggunakan AI
untuk latihan berbicara. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa siswa menganggap AI sebagai alat
yang berharga untuk meningkatkan pengucapan, kefasihan, dan kepercayaan diri. Banyak peserta
mencatat bahwa AI memberikan umpan balik langsung, memungkinkan koreksi waktu nyata, yang
mendorong latihan yang lebih sering dan mendorong pembelajaran mandiri. Fleksibilitas yang
ditawarkan oleh AI, yang memungkinkan siswa untuk berlatih berbicara kapan saja dan di mana saja,
merupakan manfaat signifikan lainnya. Namun, siswa juga menyoroti beberapa tantangan, termasuk
kesulitan AI dalam mengenali aksen yang berbeda dan memahami nuansa emosional dan kontekstual
dari percakapan manusia. Beberapa siswa menyatakan kekhawatiran tentang sifat umpan balik AI
yang impersonal dan mekanis, yang tidak memiliki kedalaman dan personalisasi yang ditawarkan oleh
instruktur manusia. Selain itu, beberapa peserta menyebutkan bahwa mereka takut menjadi terlalu
bergantung pada AI dan kehilangan umpan balik yang lebih bernuansa dan didorong oleh manusia.
Terlepas dari keterbatasan ini, siswa setuju bahwa AI dapat melengkapi metode pengajaran tradisional
dengan memberikan latihan berbicara tambahan, terutama ketika akses langsung ke guru tidak
tersedia. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan
keterampilan berbicara, AI paling efektif jika dikombinasikan dengan instruksi manusia untuk
mengatasi keterbatasannya dalam memahami seluk-beluk komunikasi manusia.
Downloads
References
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in
Psychology, 18(3), 328-344.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five
approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fereday, J., & Muir-Cochrane, E. (2006). Demonstrating rigor using thematic analysis: A hybrid
approach of inductive and deductive coding and theme development. International Journal of
Qualitative Methods, 5(1), 80-92.
Holloway, I., & Todres, L. (2003). The status of method: Flexibility, consistency, and coherence.
Qualitative Research, 3(3), 345-357. https://doi.org/10.1177/1468794103033004
Huang, Y., Liu, Y., & Chen, Y. (2021). The role of AI in language learning: A systematic review.
Computer Assisted Language Learning, 34(3), 239-262.
https://doi.org/10.1080/09588221.2020.1804856
Lee, J., McKenzie, M., & Kim, H. (2020). AI-assisted language learning: A review of recent
literature. Educational Technology & Society, 23(1), 30-45.
Seidman, I. (2006). Interviewing as qualitative research: A guide for researchers in education and the
social sciences (3rd ed.). Teachers College Press.
Wang, T. (2022). Understanding students' attitudes toward AI in language education. Journal of
Educational Technology & Society, 25(2), 123-136.