Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran MeA
Keywords:
Kemampuan komunikasi matematis, model MeAAbstract
Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan/ide matematis tulisan serta kemampuan memahami dan menerima gagasan/ide matematis dari orang lain secara cermat, analitis, kritis, dan evaluatif untuk mempertajam pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kajian tentang peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pembelajaran model MeA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan model pre-experimental yang didesain dalam bentuk one-group pre-test, post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Soe yang terdiri dari 6 kelas dan sampel penelitiannya yaitu kelas VIII A yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan tes berupa soal uraian yang terdiri dari soal pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan uji t-sampel berpasangan dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dilanjutkan dengan N-gain untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa ttabel > thitung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung = -43,821 dan ttabel =1,710 dimana, dengan nilai α sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pembelajaran model MeA. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa berada pada kategori sedang dengan N-gain sebesar 0,68.
References
Bien, Y. I. (2016). Penggunaan Model Kooperatif Tipe CIRC Berbasis Konstruktivisme untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 1(2), 50–56.
Deswita, R., Kusumah, Y. S., & Dahlan, J. A. (2018). Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran CORE dengan pendekatan Scientific. Edumatika Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(1), 35 – 43.
Elmujahidah, R. I., Mulyono, & Banjarnahor, H. (2018). Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Means-Ends Analysis. Paradikma Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 1–11.
Isrok’atun, & Rosmala, A. (2018). Model-Model Pembelajaran Matematika. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Juanda, M., Johar, R., & Ikhsan. (2014). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Means Ends Analisys (MEA). Jurnal Kreano, 5(2), 105–113.
Kamarullah. (2017). Pendidikan Matematika di Sekolah Kita. Al Khwarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 21–29.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.
Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran. GHAITSA: Islamic Education Journal, 2(1), 49–57.
Putri, N. I. P., & Sundayana, R. (2021). Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa antara Problem Based Learning dan Inquiry Learning. PLUSMINUS : Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 157–168.
Sugiyono, & Susanto, A. (2015). Cara Mudah Belajar SPSS dan LISREL Teori dan Aplikasi untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Syahril, R. F., Saragih, S., & Heleni, S. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning pada Materi Barisan dan Deret untuk Kelas XI SMA/MA. Jurnal PRINSIP Pendidikan Matematika, 3(1), 9 – 16.